Membaca banyak berita terkait dengan penutupan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) maupun perluasan TPA di berbagai kota seperti Bekasi, Yogya, Bali, (harusnya) membuat kita semakin sadar bahwa sekarang ini kita sangat darurat akan sampah.
Setiap harinya, setiap rumah pasti mempunyai sisa atau limbah yang bersifat padat maupun setengah padat. Ada sebagian rumah yang sudah melakukan pemisahan sampah antara organic dan non organic, tetapi pengelolaan selanjutnya juga harus diperhatikan agar tidak hanya berakhir di TPA saja. Menurut data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), sampah rumah tangga menempati posisi pertama dengan sumbangsihnya sebesar 38,3%. Sedangkan sumber sampah terbesar kedua adalah dari pasar tradisional sebesar 27,8%. Selanjutnya volume timbulan sampah di Indonesia pada 2023 mencapai 34,4 juta ton dan sebanyak 12,3 juta ton sampah tidak terkelola. Buanyak pol, kalau emas pasti direbutin ya!
Ingat kisah Sang “Ratu Sampah Sekolah” yang menjadi salah satu pemenang Semangat Astra Terpadu Untuk (SATU) Indonesia Awards tahun 2010 kategori lingkungan? Yap, Amilia Agustin yang sudah peduli terhadap lingkungan sejak umur 12 tahun. Aktif di berbagai komunitas membuatnya semakin pede dan semakin terbuka wawasannya mengenai kepedulian terhadap lingkungan. Iri sekali saya dengannya, apalagi dia lebih muda dari saya. Kepekaan akan isu lingkungannya sangat tinggi,
source: kumparan.com
Saya kagum dengan banyak kegiatan yang sudah dilakukan sejak dia masih di usia sangat muda. Mempunyai ide yang sangat kreatif dan menyadarkan kita untuk lebih memanfaatkan sampah yang (mungkin) tidak mempunyai nilai, tapi dalam pemikiran dan aksinya bisa menjadi bernilai. Kepeduliannya terhadap lingkungan terus dibawa olehnya yaitu mengelola sampah dimanapun dia berada.
Slogan yang selalu diingatnya yaitu “Go To Zero Waste School” membuatnya menjadi salah satu pelopor dalam pengelolaan sampah. Slogan ini dibuat saat duduk di bangku SMA, Amilia mengajukan proposal program KIR pada Young Changemakers dari Ashoka Indonesia. Program ini merupakan proyek pengelolaan sampah yang terbagi dalam empat bidang yaitu sampah an-organik, organic, tetrapak dan kertas. Setelah program ini berjalan, dia terus melebarkan sayap dan mengajak masyarakat sekitar (ibu-ibu) untuk mengelola sampah menjadi barang-barang yang bisa dimanfaatkan kembali seperti tas belanja dari plastik bekas, kain dan lain sebagainya. Hingga, pemanfaatan sampah ini berhasil menjadi peluang mendapat uang tambahan bagi kelompok tersebut.
Saat pindah ke Bali untuk melanjutkan Pendidikan di Universitas Udayana, Amilia juga memutuskan untuk membuat komunitas dengan nama Udayana Green Community, yakni sebuah komunitas yang bergerak di permasalahan lingkungan. Kalau sudah pasion mah beda ya!
Oh iya, saya juga jadi ingat juga dengan sebuah komunitas e-waste yang juga menangani masalah sampah tetapi lebih ke ranah sampah yang bersifat teknologi, misalnya sampah mouse, keyboard, CPU dan lain sebagainya. Tapi kira-kira bisa dimanfaatkan juga tidak ya? Bisa jika ada kemauan dan keberanian untuk lebih berinovasi seperti Kak Amilia.
Membaca kisahnya yang super inspiratif membuat saya sadar bahwa mengelola sampah bisa dimulai dari diri sendiri dan lingkungan. Sampah akan terus bertambah seiring waktu, sehingga setiap individu harus peduli lingkungan dengan berbagai cara misalnya dengan menjadi orang yang minim menyumbang sampah. Bagaimana caranya ya? Caranya ya dengan mulai mengurangi penggunaan sampah yang seharusnya bisa dikurangi, dengan membawa tempat makan untuk membungkus makanan, membawa botol minum sendiri, maupun membawa tas belanja agar tidak menambah plastik untuk tempat belanja.
Mungkin tertimbun masa lalu (maaf curhat) pernah dialami tapi tertimbun sampah adalah hal yang sangat mengerikan karena bisa berdampak pada banyak hal, mental dan kesehatan adalah yang paling nyata. Semua berawal dari diri sendiri dan untuk diri kita sendiri. Yuk, selamatkan bumi dimulai dari sini dan sekarang ini.
Salam.
-sumber gambar utama: kumparan.com
Everything is very open with a precise clarification of the
challenges. It was really informative. Your website is extremely helpful.
Thanks for sharing!
I every time spent my half an hour to read this web site’s content everyday along with
a mug of coffee.
Please enjoy it.