Semakin canggih teknologi, semakin praktis penggunaannya dan kenyamanan yang didapat semakin terasa. Yakin ngga penasaran apa?
Pemanfaatan teknologi di bidang industri dan perbankan sudah banyak diterapkan di Indonesia. Karena manfaat dan kepraktisannya, sebagian masyarakat memilih mengikuti arus digital agar tidak ketinggalan zaman.
Tak hanya bagi penggunaan pribadi, para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) juga bisa merasakan manfaat adanya digitalisasi. Transaksi penjualan yang awalnya hanya bisa dilakukan secara langsung, sekarang hanya perlu transaksi dari hp. Penjualan dan pembayarannya pun semakin mudah dan praktis. Sayangnya, manfaat akan kemudahan ini belum menjangkau masyarakat secara menyeluruh. Karena banyak sekali pelaku UMKM di pelosok negeri belum mengerti dan memanfaatkan teknologi secara maksimal.
Salah satu alternatif bagi pelaku UMKM agar terus berkembang di era digitalisasi ini adalah berkolaborasi dengan pelaku industri jasa keuangan misalnya saja dengan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI. Karena BRI merupakan bank dengan jejaring terluas serta fokus pada pemberdayaan UMKM.
Oh iya, sudah pernah mendengar tentang BRImo? Yap, salah satu aplikasi keuangan digital dari BRI dengan segudang fitur modern yng memudahkan bertransaksi melalui perangkat mobile atau gadget. Jadi, sudah tidak perlu repot ke bank untuk transfer maupun transaksi lainnya. Transaksi pembayaran di BRImo juga lengkap, pembelian token, pulsa, dan e-wallet juga bisa.

Sebagai bocoran dalam dua tahun terakhir, terdapat pertumbuhan 153,7 persen pengguna super app BRImo. Artinya, masyarakat sudah terbiasa melakukan transaksi secara online. Data menyebutkan terdapat transaksi pengguna BRImo sekitar lebih dari 27,2 juta pengguna dengan jumlah transaksi finansial mencapai 1,1 miliar transaksi. Rasanya ikut seneng, masyarakat Indonesia percaya dan bisa lebih memanfaatkan digitalisasi dibidang keuangan.
Selain itu, perkembangan BRI dalam memanfaatkan teknologi tercermin dari penggunaan pengolahan big data, artificial intelligence, dan cloud computing. Oleh karena perkembangan inilah transformasi Digitalisasi BRI harus terus berlanjut agar bisa memudahkan masyarakat termasuk pelaku UMKM. Oleh karena itu, agar pelaku UMKM terus berkembang di era digitalisasi ini, alternatif yang bisa dilakukan adalah berkolaborasi dengan pelaku industri jasa keuangan misalnya saja dengan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI. Karena BRI merupakan bank dengan jejaring terluas serta fokus pada pemberdayaan UMKM.
Kebayang kalau semua pelaku UMKM berkolaborasi dengan BRI, kemudian usahanya jadi semakin berkembang, lebih tertata plus dapet cuan lebih banyak gitu. Kalau masih belum ada bayangan, saya ingat ada sebuah tayangan di kanal Youtube yang dikemas dalam web series tentang kolaborasi pelaku UMKM dengan BRI. Bagus banget sih, apalagi Brian Domani yang peranin lelaki cool, pendiam dan dewasa (Itu saja ya spoiler nya, cus tonton).
Mengapa sangat penting adanya kolaborasi antara pelaku UMKM dengan BRI?
Pelaku UMKM perlu edukasi dan sosialisasi untuk pemanfaatan teknologi perbankan secara khusus dan BRI adalah jawabannya. Kolaborasi ini sangat penting dilakukan agar dapat saling menopang dan berkembang secara berkelanjutan. Kolaborasi juga harus terus ditingkatkan sejalan dengan langkah strategis pengembangan layanan digital industri keuangan BRI.
Kolaborasi yang dilakukan akan menghasilkan combined services. Karena BRI memiliki nasabah yang sangat heterogen dan produk serta layanan perbankan yang luar biasa. Partners BRI pun akan bisa lebih luar biasa lagi jika memanfaatkan combined services yang dimiliki sehingga bisa menjawab tantangan-tantangan nasabah BRI yang sangat unik, dan melayani niche marketnya masing-masing. Memberikan pertolongan layaknya Pahlawan UMKM ya, karena tidak main main dan BRI sangat serius membantu UMKM, sangat berbeda dengan keseriusan mantan yang katanya mau sehidup semati.
Langkah strategis yang dilakukan BRI untuk mendukung digitalisai pelaku UMKM ialah adanya platform BRIAPI. Platform ini menghubungkan aplikasi pihak ketiga dengan nasabah BRI. Dimana BRIAPI menggunakan teknologi Application Programming Interface (API) untuk mengintegrasikan data perbankan dengan data yang ada di aplikasi.

Di BRIAPI sendiri saat ini BRI sudah memiliki 766 partner per kuartal I-2023. Pada periode tersebut, kerja sama di BRIAPI menghasilkan fee-based income (FBI) yang tumbuh 73,2 persen secara tahunan. Jumlah transaksinya sudah mencapai 117,5 juta, naik sekitar 22,4 persen secara tahunan. Adapun sales volume mencapai Rp111,4 triliun, atau naik 18,2 persen secara tahunan.
Sebagai pelaku UMKM yang mempunyai visi kedepan, kolaborasi dengan BRI bisa jadi jalan ninja agar tidak ketinggalan zaman dan tidak kehilangan pelanggan yang sekarang ini sudah terbiasa dengan kemudahan digital. Ikuti arus atau jika tidak kita tergerus, mungkin itu pepatah yang bisa menggambarkan jika kita ingin serius menggeluti bidang usaha di era digital ini. Sudah tahu manfaatnya, bagaimana kondisi saat ini, tapi masih ragu? Saya si tidak, segera beralih dan berkolaborasi dengan BRI karena BRI untuk Indonesia.
Salam.