Adakah yang suka mandi di sungai saat masa kecil dulu? Duh rindu masa-masa itu ya, apalagi setelah main di sungai biasanya dimarahin orang tua karena khawatir gitu.
Nah, akhirnya dalam satu kesempatan aku mengunjungi sebuah situ yang ada di dekat rumah, mungkin jaraknya sekitar 24 km (kalau dilihat dari maps ya). Tapi masih terjangkau kalau menggunakan motor maupun mobil. Untuk jalannya sendiri sih masih banyak jalan yang berlubang dan bahkan belum di aspal.
Untuk tiketnya masih sangat murah yaitu 5k setiap orangnya. Excited pake banget saat melihat kolam yang sangat jernah dan lihat warna dasarnya masih bebatuan. Rasanya pengen langsung nyebur gitu dan untungnya masih sepi padahal sudah sekitar jam 9 pagi. Untuk sewa loker sendiri juga masih terjangkau yaitu 3k setiap lokernya, saya juga menyewa ban dan juga terjangkau yaitu 5k.
Setelah berenang dan main air selama 1 jam akhirnya saya menyerah karena badan mulai gatal saking dinginnya a.k.a saya alergi dingin. Setelahnya saya dan adik kemudian bilas dan makan mie instan di saung di sekitar situ. Saya juga memesan setengah porsi (isi 6 buah) mendoan anget. Mendoan yang saya makan juga murmer hanya 6 ribu untuk 1/2 porsi. Untuk pop mi sendiri seharga 8 ribu. Murah pake banget kaan…

Nikmatnya makan setelah mandi adalah salah satu kenikmatan yang sungguh luar biasa. Mana adem saungnya dan pemandangannya masih ada sawah dan kolam yang masih asri. Oh iya, kolamnya ini terdiri dari dua kolam. Untuk dasar kolam masih bebatuan jadi kalau dipijak ya ada sensasi sakitnya. Tapi tidak masalah karena airnya sangat segar (tanpa ada kaporit).
Saya sih kesenengan ya dengan destinasi ini, sudah murah, tempatnya bersih, enak dan juga masih asri. Mengingatkan saya saat mandi di sungai dulu. Semoga saja setelah ada investor yang masuk tidak merubah keasrian situ ini. Karena sayang banget kalau sampai diubah dan merusak alam. Sekian cerita saya berkunjung ke Situ Tirta Marta, besok-besok saya pengen sering kesini buat healing lagi.
Salam.