Anggapan Miring tentang Make Up

Masih banyak anggapan miring tentang make up di kalangan masyarakat. Apalagi, make up terus mengalami perkembangan dari tahun tahun. Make up memang membuat banyak perubahan khususnya bagi para wanita. Karena make up bisa memberikan memoles dan menutup kekurangan di wajah seperti jerawat, bekas jerawat, kerutan, bahkan flek hitam.

Anggapan Miring Tentang Make Up

Masih banyak anggapan miring tentang make up di kalangan masyarakat. Seseorang yang menggunakan make up cenderung terlihat suka dandan, ganjen dan lain sebagainya. Nah, anggapan miring tentang make up muncul karena kurangnya pemahaman atau stereotip yang negatif terhadapnya. Beberapa anggapan miring tentang make up yang sering terdengar yaitu:

Dampak Negatif pada Kulit

Terdapat kekhawatiran bahwa penggunaan make up secara teratur dapat merusak kulit dan menyebabkan masalah seperti jerawat atau penuaan dini. Biasanya memang akan terjadi masalah penyakit karena produk yang tidak cocok dan jenis kulit yang bermasalah. Tetapi jangan salah, banyak produk make up yang dirancang untuk merawat kulit dan tidak menyebabkan kerusakan jika digunakan dengan benar.

Minder atau Kurang Percaya diri

Terdapat pandangan bahwa seseorang yang menggunakan make up merasa tidak percaya diri dengan penampilan asli dan perlu “menyembunyikan” kekurangan mereka. Padahal tidak demikian, karena banyak orang menggunakan make up sebagai bentuk ekspresi diri atau untuk meningkatkan rasa percaya diri, bukan karena merasa tidak percaya diri.

Menghaburkan Uang dan Waktu

Anggapan miring yang sering terdengar selanjutnya adalah bahwa menggunakan make up itu pemborosan waktu dan uang. Namun, bagi banyak orang, make up adalah salah satu cara mereka untuk merawat diri dan mengekspresikan kreativitas, sama seperti hobi lainnya. Mungkin segmen pasarnya saja yang tidak pas, karena sekarang make up terjangkau tapi berkualitas banyak. Beneran ini mah, mulai dari 5rb-an. Coba main agak jauh ya, hehe.

Standar Kecantikan Tidak Realistis

Standar kecantikan yang tidak realistis: Beberapa orang berpendapat bahwa make up menciptakan standar kecantikan yang tidak realistis dan memberi tekanan pada individu untuk terlihat “sempurna”. Namun, penting untuk diingat bahwa kecantikan bervariasi dari satu orang ke orang lain, dan menggunakan make up adalah pilihan personal yang tidak seharusnya ditekan oleh standar tertentu.

Sosial dan Politik

Beberapa orang menganggap penggunaan make up sebagai tindakan yang dibentuk oleh tekanan sosial atau tuntutan gender, terutama dalam konteks tertentu seperti tempat kerja atau media sosial. Namun, penting untuk menghormati kebebasan individu dalam mengekspresikan diri mereka dan tidak menghakimi pilihan mereka dalam hal ini.

Memahami bahwa persepsi tentang make up bisa bervariasi dari individu ke individu dan menghargai kebebasan setiap orang untuk memilih apakah ingin menggunakan make up atau tidak, serta bagaimana mereka ingin menggunakan make up, merupakan langkah penting untuk mengatasi anggapan miring tentang make up.

Jadi Pakai Make Up Salah atau Tidak?

Tidak, memakai make up tidaklah salah menurut saya. Penggunaan make up adalah pilihan personal yang dapat dipengaruhi oleh banyak faktor, termasuk preferensi individu, budaya, dan konteks sosial. Beberapa alasan orang memilih untuk menggunakan make up termasuk sebagai bentuk penghargaan diri, ekspresi diri, meningkatkan rasa percaya diri, menampilkan kreativitas, atau merawat diri. Yap, selama tidak mengganggu orang lain menurutku bukan hal yang salah. Kecuali kamu membeli make up dengan uang hasil curian, nah itu baru salah. Atau kamu mengambil make up di toko kosmetik, itu jelas kriminal ya!

Nah, memakai make up bukanlah suatu kewajiban, melainkan pilihan ya. Setiap orang memiliki hak untuk memutuskan apakah ingin menggunakan make up atau tidak, tanpa perlu dihakimi atau dikritik atas pilihannya. Terkadang komentar kita memang perlu dijaga menurut saya, karena memang tidak pernah tau, hal apa saja yang pernah terjadi pada mereka. Mungkin menurut kita sepele, tapi bagi sebagian orang itu hal yang sensitif. Bisa jadi make up menolong mereka menjadi lebih percaya. Satu lagi, itu adalah hak perorangan untuk mengontrol penampilan dan ekspresi diri.

Make up membawa perubahan besar pada diri seseorang, hingga terkadang juga mendapatkan cuan atau berkah darinya. Seorang selebgram atau public figur membutuhkan make up agar tampil cantik dalam segala kondisi. Banyak juga yang menjual berbagai produk make up hingga memperbaiki hidupnya. Lihat make up dari berbagai sudut pandang memang perlu sih, jadi tidak kemudian menghakimi sesuai dengan kehendak hati.

Dalam penggunaan make up sebaiknya memahami hal hal penting tentang make up, agar dalam bermake up tetap bisa nyaman, lebih percaya diri dan tidak menimbulkan permasalahan kulit. Perlahan saja memahami make up dan seluk beluk make up. Bisa juga mengikuti kelas make up maupun otodidak di youtube atau platform lain.

Saat ini, saya sangat terbantu dengan adanya make up. Lebih percaya diri karena tampil lebih fresh dan tidak lusuh. Yah, meskipun masih latihan tapi ternyata asik juga. Pernah juga upgrade diri dengan ikut kelas make dari salah satu brand kosmetik. Sangat menyenangkan karena bisa berkumpul dengan orang-orang yang semangat belajar make up. Mulai mencoba banyak trik yang ada di media sosial meskipun terkadang hasilnya medok, tapi ya tidak patah semangat.

Salam.

Tinggalkan komentar