5 Film Indonesia yang Ringan dan Cocok untuk Bersantai

Di era teknologi yang serba digital ini, sekarang kita bisa lebih mudah menonton film. Menonton film bisa dilakukan kapanpun dan dimanapun, terlebih ada banyak aplikasi di gadget yang bisa menampilkan film/drama dengan berbagai genre di dalamnya. Akhir-akhir ini saya juga sering menonton film dengan gadget, sembari menunggu teman, menghilangkan penat, ataupun memang sengaja menonton film. Industri film di Indonesia menurut saya kian berkembang dan maju, terbukti dengan film-film yang tidak lama ini banyak ditonton dan digandrungi oleh masyarakat. Ada beberapa film Indonesia yang menurut saya bisa ditonton dan menjadi hiburan bagi teman-teman.

1. Ali dan Ratu-Ratu Queens
Awal mula film ini saya sangat penasaran dengan ceritanya mengingat tokoh utamanya adalah tokoh idola saya, yaitu Iqbaal Ramadhan. Cerita bermula saat Ali yang diperankan oleh Iqbal ini hendak menyusul ibunya ke luar negeri (Kota Queens, New York). Lawan mainnya pun merupakan artis-artis Indonesia yang sudah tidak diragukan lagi aktingnya, yaitu Nirina Zubir, Asri Welas, Tika Panggabean, dan Happy Salma.

source: imdb.com

Sempat terbawa oleh emosi dan alurnya, apalagi saat Ibu Ali tidak mengakui Ali sebagai anak kandungnya kepada keluarga barunya. Ali juga tidak mengetahui bahwa ibuknya sudah mempunyai keluarga baru disana. Akting Iqbal memang jempolan si menurut saya, seperti halnya di filmnya yang lain, Dilan misalnya. Film ini sebenarnya bercerita tentang penyesalan, kesalahpahaman dan juga karier. Film yang bergenre komedi ini, disutradarai oleh Lucky Kuswandi serta ditulis oleh G S. Noer.

2. Kukira Kau Rumah
Film ini sangat bermakna bagi sebagian orang, termasuk saya. Film yang mengangkat tema kesehatan mental, diharapkan dapat menanamkan kesadaran masyarakat mengenai kesehatan mental. Tokoh utamanya yaitu Prilly Latuconsina dan lawan mainnya adalah Jourdy Pranata. Menurut saya, keduanya sukses memerankan peran Niskala dan Pram. Pram seorang pemuda yang kesepian tetapi mahir menciptakan lagu dan Niskala (pengidap bipolar) yang hidupnya terkekang dan sangat dibatasi oleh kedua orang tua. Keduanya bertemu lalu jatuh cinta, cieee…

Saat scene tertawa dan menangis itu menurut saya yang paling petjah sih, karena hampir semua penonton menangis saat melihat adegan itu. Film yang disutradarai oleh Umay Shahab juga sempat menguasai bioskop yang ada di Kota Semarang, mantep kaan.

3. Teman Tapi Menikah 1 & 2

Film ini menggambarkan perjalanan kisah cinta (nyata) Ayudia Bing Slamet hingga akhirnya menikah. Filmnya sendiri membuat saya teringat akan ungkapan “laki-laki dan perempuan tidak bisa bersahabat”. Salah satu buktinya adalah mereka,
yang awalnya hanya sahabat, Ayudia pada akhirnya jatuh cinta kepada Ditto Percussion dengan sekelumit jatuh bangunnya. Seru sih ceritanya, nonton sendiri aja yaa…

4. Mama Mama Milenial

Menemukan film ini sebenarnya tidak sengaja, karena saya rindu dengan akting Steffi Zamora dan Mikha Tambayong. Film ini merupakan serial yang terdiri dari 12 episode. Dibintangi oleh Mikha Tambayong, Steffi Zamora, Nasya Marcella, Rania Putrisari, dan Taskya Namya sebagai pemeran utama, dan disutradarai oleh Archie Hekagery.

source: kompas.com

Mama Mama Milenial menceritakan kehidupan lima sahabat yang mempunyai perjanjian untuk menikah muda setelah lulus SMA. Mereka membayangkan akan indahnya menikah muda dan bisa dijemput oleh pangeran versi terbaik mereka. Tapi, eh tapi, ternyata menikah muda tak seindah yang mereka pikirkan. Banyak permasalahan yang harus dihadapi dalam membina rumah tangga. Hingga akhirnya mereka reuni dan saling menceritakan kehidupan rumah tangganya.

Menurutku film ini bisa menjadi pandangan kehidupan setelah menikah, walaupun pada kenyataannya permasalahan rumah tangga berbeda satu dengan lainnya dan tidak bisa kita prediksi. Bagus intinya mah, lucu juga filmnya..

5. Gezz dan Ann The Series
Salah satu film yang masih saya tonton sekarang ini. Film yang mengisahkan tentang Ann dan kisahnya yang bertemu Gezz (mantan Ann). Agak sensitif ya kalau mengingat mantan, tapi ada juga si yang biasa saja. Oh iya, filmnya mengajarkan kita tentang bagaimana memilih, apakah lebih mengutamakan pikiran atau hati. Banyak scene yang menarik menurutku, apalagi saat Ann yang seperti sangat bahagia saat Gezz kembali menemuinya setelah 4 tahun tidak berkabar. Ann yang sudah menerima lamaran Bayu, kemudian mulai ragu dengan keputusannya itu. Bagaimana hayo akhirnya?

source: suara.com

Oh iya, sebenarnya film ini merupakan adaptasi dari novel karya Rintik Sedu, yang kemudian disutradarai oleh Rizki Balki. Pemeran utamanya adalah Hanggini (Ann) dan Junior Roberts (Geez). Kalau scenenya ada yang bikin greget ada juga yang bikin seneng. Lengkap dan seru ditonton sendiri maupun bersama sahabat.

Apakah teman-teman punya film Indonesia favorit lainnya yang sudah ditonton? Kalau ada share di kolom komentar ya, biar saya nonton juga,

Salam.

31 pemikiran pada “5 Film Indonesia yang Ringan dan Cocok untuk Bersantai”

  1. Saya penasaran dengan film Kukira Kau Rumah karena ada orang yang saya kenal bipolar juga. Sudah berkeluarga dan dalam bayangan saya, kehidupannya sangat dinamis tapi belum kebayang sih kayak apa …. salut sama mereka yang bipolar dan masih fight sampai sekarang ini.

    Balas
  2. Kalau di list ini belum ada yang daku tonton. Tapi untuk yang kisah nyatanya Ayudia itu memang menggemaskan, nyimak dari berita sih hehe

    Balas
  3. Trailer kukira kau rumah memang bagus banget dan bikin penasaran tapi belum nntn filmnya sampai sekarang. Lagunya juga bagus dan jadi favorit.

    Next, Mama-mama milenials kayaknya seru nih πŸ€”

    Balas
  4. Saya miskin kosa film Indonesia. Film Indonesia yang saya suka masih AADC 2. Hahaha… So, thanks info dan rekomendasinya. Menarik banget. Setelah membaca ini, saya pribadi tertarik sama Kukira Kau Rumah. Nanti nonton ahhh…

    Balas
  5. Aku baru tahu kalau Rintik Sendu mengeluarkan novel dan berhasil di filmkan. Keren sekalii..
    Soalnya kami pernah ada di satu project bareng dan memang orangnya gak banyak basa-basi sih yaa..
    hehe, penulis memang biasanya introvert yaa..

    Balas
    • Kita memang butuh hiburan.. dan salah satunya adalah nonton film.. tapi sayangnya saya sendiri sudah lama tidak nonton film.. karena sudah lama tv saya tidak hidup.. memang ada bisa lewat smartphone tapi sepertinya mahal.. lagi pula saya tidak mengapa jika tidak nonton film

      Balas
  6. sy jarang nonton nih, kayaknya perlu nonton juga sebagai pelepas penat ya, kebanyakan nonton yang genre keluarga atau anak-anak, kalau yang genre dewasa jarang banget punya kesempatan, maklum la anak-anak masih kecil
    terima kasih lo referensinya

    Balas
  7. Dari lima film yang diulas di atas, jujur baru Ali dan Ratu-ratu Quens yang pernah saya tonton. Ini pun lebih karena Iqbaal. Soalnya saya habis nonton dilan dan penasaran sama aktingnya di film2nya yang lain.

    Balas
  8. Jujur dari list diatas belom pernah nonton semua haha padahal alurnya bagus2 yaa filmnya. Thanks yaa kak sudah sharing film indonesia yang ringan untuk ditonton πŸ˜€

    Balas
  9. Saya penasaran mau nonton “Kukira kau Rumah”. Film nya mengangkat tema yang menarik dan ga biasa ya. Semoga nemu film nya di netflix. Film-film yang lainnya pun sepertinya menarik, saya sering nemu yang bahas film Ali & Ratu-ratu queens. Makasih rekomendasinya kak.

    Balas

Tinggalkan komentar