Menemani belajar atau mengajar merupakan hal yang sebenarnya gampang-gampang susah menurut saya. Hal yang perlu dipersiapkan adalah pemahaman materi yang akan disampaikan. Sebelum menyampaikan materi yang akan disampaikan, saya biasanya terlebih dahulu membaca dan memahami materi tersebut.
Pengalaman berbeda yang saya rasakan adalah saat saya hendak memberi les private pada anak SD. Banyak hal yang saya dapatkan saat mengajari siswa yang masih SD. Menurut saya memang bukan masalah materi yang akan disampaikan, tetapi harus ada kesiapan pada situasi dan kondisi yang sesuai dengan mood anak.
Mood/suasana hati anak merupakan kunci utama saat belajar. Tetapi pengalaman kali ini saat saya memasuki rumah, wajah nya sudah muram dan kelihatan tidak semangat untuk belajar. Akhirnya saya mencoba untuk tenang dan memutar otak bagaimana caranya agar selama saya mengajar/menemani belajar (1,5 jam), dia semangat belajar dan senang akan belajar.
Saya mengikuti semua keinginan anak tersebut untuk belajar, atau terserah materi yang ingin dipelajari terlebih dahulu. Kalau untuk anak SD biasanya dipasrahi semua mata pelajaran, termasuk agama, bahasa jawa, bahasa indonesia, matematika, maupun ipa.
Setelah lumayan lama, sekitar 30 menit, saya mulai memujinya saat berhasil mengerjakan sesuatu. Saya juga memperlihatkan bahwa saya semangat dalam belajar. Hingga, akhirnya pembelajaran selanjutnya adalah belajar menulis (dikte). Saya menanyakan tentang teman-teman yang ada disekolah, melibatkan nama temannya saat menulis agar dia bahagia,
Akhirnya dia mulai semangat dan lama-lama berbicara enjoy saat mengikuti les. Setelah itu, saya juga mengikut sertakan nama gurunya. Dia lebih semangat untuk belajar menulis. Harus ekstra sabar memang, karena sebagai gurunya kita tidak tahu apa yang terjadi selama di rumah, sekolah atau bagaimana kondisinya sekarang.
Sementara saat diawal pembelajaran dia hanya terdiam, dan saya tidak henti hentinya menepuk pundak nya, memberi senyuman hangat, menanyakan apakah ada yang dibutuhkan atau apakah ada yang bisa dibantu.
Kamu punya pengalaman menarik lainnya saat mengajar/belajar bersama anak, saudara atau anak les juga? Share pengalamanmu dikolom komentar ya.
Salam.
Mendidik anak memang tak bisa jalur cepat ya Kak, harus benar benar sabar. Yang sabar yang berhasil
Karena mereka orientasinya lagi suka main kak, jadi kalau jalurnya ngebut kasihan dan kurang menyenangkan menurutku.
Tak jarang, kalau di tempat umum anak perlu adaptasi. Kalau masih baru-baru, biasanya mereka diam.
Itu iya banget mas dan umum juga. Sebagian anak akan mengamati dulu, apakah dia nyaman atau tidak.
Kalau dengan anak sendiri selalu ada hal menarik, Mbak. Anak saya 3 orang, beda-beda potensinya dan karakternya juga beda-beda. Serulah, apalagi di masa PJJ. 🙂
Wah, mantep mbak mughniar. Walaupun capek ya mbak, tapi bakal ada hal hal baru yang terjadi. Hebat mbak
Pernah nemeni keponakan belajar, dia sukanya visual gitu kalau belajar. Kalau berhitung suka kalau ada gambarnya, kalau membayangkan ada 5 apel, agak susah, jadi aku geleng2 aja, tapi sekarang udah bisa nih, keren nih gurunya.. hihihi
Guru juga pengaruh banget, harus sabar dan mampu membawa anak buat pelan pelan belajar dan paham. Hihi
Diam itu karena belum adaptasi aja dengan suasana. Karena ada anak yang cepat atau sebaliknya. Jangan dipaksa , didiemkan aja sesekali boleh lah katakan atau tanya ” gimana tadi…bla bla bla…lama lama PD nya akan terbangun
Anakku belajar di rumah dan nggak bisa diem. Kami kalau belajar biasanya sambil main atau diselingi main. Soalnya kalau full belajar seperti di sekolah moodnya langsung jelek
Wah..mengahar prifat begini memang bnyak ceritanya ya.. Pasti sangat berkesan, apalgi saat berhasil mendapatkan perhatian penuh dari anak didik ya.. Semangaat…Caca..
Mengajar anak SD emang harus ekstra sabar, jika tidak mereka malah nangis dan nggak mau belajar. Salut sama Mba Ros yang tetap berusaha maksimal sehingga muridnya mau belajar.
Memang jadi seorang guru tuh baik les private atau pun di sekolah, penuh tantangan dan kreatifitas itu modal awal sebelim menerapkan ilmu kita ya, Mba. Semangat bu gru!
Setiap anak punya karakteristik yang berbeda, ketika menemukan/menghadapi anak didik yg terkesan pendiam ada baiknya memang ‘dirangkul’ ya..agar si anak perlahan mampu beradaptasi
Semangat mba Ca, aku nyerah kalau suruh handle anak kecil kurang sabarnya wkwkwk apa lagi yang gerak terus nah yang diem lebih-lebih ga tau maunya apa. Tapi aku selalu salut dengan pengajara, mereka diberikan keluasan kesabaran.
Terima kasih nyi… Iya anak anak suka jalan sana, jalan sini, baterainya nggak habis habis
Lika-liku banget mengajarkan anak ini..
Aku sendiri pernah ada di posisi yang begitu kan yaa.. Jadi bismillah, saat mengajar dengan penuh perhatian, semoga apa yang kita sampaikan bisa ditangkap dengan baik oleh anak dan bermanfaat ilmunya bagi mereka kelak.
I feel you mbak… Aamiin aamiin ..
PR banget ya jadi orang tua kalau lagi mengajari anak sendiri di rumah. Butuh sabar dan perhatian lebih. Mudah2n semua dimudahkan ya mbak