Hijaunya Rumah Atsiri Indonesia Bikin Mata Seger dan Hati Ayem

Sebenarnya, sebelum saya berkunjung ke Rumah Atsiri Indonesia, saya sering melihat unggahan mengenai wisata edukasi ini di media sosial. Saat seorang teman di Boyolali mengajak saya untuk mengunjungi wisata edukasi ini, akhirnya tanpa babibu saya langsung mengiyakan ajakannya.

Rumah Atsiri Indonesia merupakan sebuah wisata edukasi mengenai essensial oil/minyak atsiri(ngomong-ngomong essensial oil, pasti langsung keinget sama penyegar aroma ruangan atau diffuser di rumah kan) dan pengunjung dapat berkeliling melihat tanaman penghasil minyak atsiri. Minyak atsiri sendiri merupakan minyak yang menghasilkan bau khas tanaman dan memiliki sifat mudah menguap. Nah wisata edukasi ini beralamat di Jl. Watusambang, Watusambang, Plumbon, Kec. Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar Jawa Tengah (klik disini).

voucher Rumah Atsiri Indonesia

Saya berangkat dari Semarang menuju ke Terminal Tirtonadi Surakarta. Kemudian perjalanan dari Terminal Tirtonadi menuju ke Rumah Atsiri Indonesia memakan waktu sekitar 2 jam dikarenakan sepanjang perjalanan sempat diguyur hujan lebat, jadi perjalanannya bisa dibilang santai. Oleh karena kami sangat menantikan liburan bersama ini, jadi walaupun di jalan kebasahan dan hujannya cukup sakit saat kena kaki dan tangan, kami tetep menikmati dan tetap haha hihi juga di perjalanan. Jadi tahu kan ya, saya kesana menggunakan kendaraan roda dua.

Oh iya, di hari sebelumnya, teman saya sudah memesan tiket masuk via website terlebih dahulu (bisa klik disini). Karena di masa pandemi ini, kita diwajibkan untuk reservasi terlebih dahulu. Untuk tiket masuknya sebenarnya gratis, tapi saat ingin memasuki garden kemarin ada biaya masuknya yaitu Rp 25.000,00. Saat memasuki wisata edukasi ini, kita bisa membeli voucher yang kemudian bisa digunakan untuk membeli tiket masuk ke garden, pembayaran di cafe dan juga berbelanja (semacam alat transaksi khusus di Rumah Atsiri Indonesia).

Setelah memasuki kawasan wisata edukasi ini, kami langsung diarahkan petugas untuk info lokasi yang dibuka. Rumah Atsiri Indonesia terdiri dari museum, garden, restaurant, cafe, hotel, ballroom dan shop. Tapi hari itu hanya ada beberapa tempat yang waktu itu bisa dikunjungi, hal ini dikarenakan adanya pembatasan di masa pandemi. Disana juga disediakan jasa pemandu, tapi pada saat kami sampai, mereka sedang di waktu istirahat. Jadi, kami tidak menggunakan jasa pemandu disana dan kami langsung menuju ke garden untuk berjalan-jalan.

Kami mengelilingi garden dan menemukan banyak hal baru. Melihat tanaman-tanaman yang lengkap dengan papan namanya (jadi belajar juga kan). Saya melihat cantiknya lavender, bunga melati, dan baru kali pertama saya melihat kemenyan. Ada juga tanaman yang biasa dijadikan bumbu dapur seperti jahe, merica, vanili, dan ketumbar. Ada juga tanaman kemuning, bunga mawar, kecombrang, bunga teratai, dan masih banyak lagi. Baunya sangat menyegarkan, penyuka aromatherapy wajib banget kesini si.

Setelah selesai berfoto, mengambil video, melihat lihat dan mencium aroma dari berbagai tanaman, kami kemudian mengunjungi shop/toko souvenir yang ada disana. Ada berbagai macam sabun, essensial oil, tas, tanaman, daaan banyak lagi. Bisa menjadi oleh-oleh yang berkesan si menurut saya untuk orang tersayang, apalagi kalau doi suka menanam atau sangat gemar koleksi minyak essensial.

Sebelum kami beranjak, kami juga sempat memesan milkshake vanila dan matcha cokelat di cafe nya. Sembari melihat ke bunga bermekaran dan ditemani hujan yang kembali mengguyur Rumah Atsiri. Sekedar saran, mungkin bisa mengunjungi tempat ini jika musim hujan sudah lewat (menunggu agak kemarau), karena beberapa tanaman belum berbunga kemarin.

Saking asiknya menikmati suasana disini, kami lupa jika Rumah Atsiri Indonesia ditutup pada pukul 17.00 (oh iya jam buka wisata ini yaitu pukul 06.00) dan ternyata waktu menunjukan pukul 17.20, kamipun menjadi pengunjung terakhir sore itu. Meski harus mengenakan mantel, kami puas sudah bisa berkeliling di wisata edukasi ini. Menurut info, jika ingin menginap disini, kita harus mau mengikuti kegiatan yang ada disini seperti yoga, menanam dan lain lain.

Bau khas tanaman sangat terasa saat kami berkeliling, mata saya dimanjakan dengan pemandangan hijau hampir di setiap sudut. Hampir lupa, bangunan kuno nan estetik dan lampu sore itu juga memberikan kenyamanan tersendiri bagi saya. Saya malah hanya sedikit mengabadikan foto disini, fokus ke video dan lebih banyak melihat, merasakan, dan menikmati keindahan bunga-bunganya. Tapi bisa juga lihat keseruan kami disini ya,
Adakah yang sudah pernah kesana? Ceritakan pengalamanmu di kolom komentar yaa..

Terima kasih untuk partner membolang saya, Dedewe.


Salam.

26 pemikiran pada “Hijaunya Rumah Atsiri Indonesia Bikin Mata Seger dan Hati Ayem”

    • Kemarin pas kesana ada juga mahasiswa pada KKL kayanya. Harum tanamannya khas banget si mbak, bau aromatherapy nya pas di shop juga.. Menenangkan

      Balas
  1. Lengkap dan besar sekali yaa..Rumah Atsiri Indonesia.
    Seru banget bermain dan berlibur ke Rumah Atsiri Indonesia. Jadi seger sekaligus bisa refreshing.
    Lengkap juga ini fasilitasnya, museum, garden, restaurant, cafe, hotel, ballroom dan shop

    Balas

Tinggalkan komentar