Rumah yang terlihat baik dari luar belum tentu bebas dari masalah. Kebocoran kecil, saluran air yang mulai tersumbat, AC yang jarang dibersihkan, hingga celah pada pintu dan jendela dapat berkembang menjadi kerusakan yang membutuhkan biaya lebih besar jika terus dibiarkan.
Karena itu, perawatan rumah tidak selalu harus menunggu sampai ada bagian yang rusak. Pemeriksaan sederhana secara rutin justru dapat membantu pemilik rumah menemukan masalah lebih awal. Berikut beberapa perawatan rumah yang bisa dilakukan untuk mencegah pengeluaran besar di kemudian hari.
1. Periksa atap dan talang air secara berkala
Atap menjadi salah satu bagian rumah yang paling sering terpapar hujan dan panas. Periksa apakah ada genteng yang bergeser, retak, atau bagian atap yang mulai menunjukkan tanda kebocoran.
Talang air juga perlu dibersihkan dari daun dan kotoran. Talang yang tersumbat dapat membuat air tidak mengalir sebagaimana mestinya dan meningkatkan risiko air masuk ke bagian rumah. Pemeriksaan seperti ini juga dapat dilakukan bersamaan dengan mengecek kondisi komponen penampungan air, termasuk tandon air stainless, terutama jika lokasinya berada di area luar yang terpapar perubahan cuaca.
Pemeriksaan sebaiknya dilakukan terutama setelah periode hujan deras atau ketika mulai terlihat noda lembap pada plafon.
2. Jangan abaikan kebocoran kecil
Keran yang menetes, toilet yang terus mengalir, atau sambungan pipa yang lembap sering dianggap sebagai masalah kecil. Padahal, kebocoran yang tidak segera diperbaiki dapat membuang air sekaligus berpotensi menyebabkan kerusakan pada bangunan.
EPA WaterSense menyebut kebocoran rumah tangga rata-rata dapat membuang lebih dari 9.300 galon air per tahun. EPA juga merekomendasikan pemeriksaan kebocoran secara rutin dan memperbaikinya sesegera mungkin.
Jika komponen pipa atau keran perlu diganti, pemilik rumah juga dapat mempertimbangkan biaya pengadaan barang sejak awal, terutama bila komponen tertentu dibeli dari pemasok luar negeri. Dalam transaksi dengan supplier China, misalnya, jasa transfer RMB dapat menjadi salah satu hal yang perlu dipertimbangkan agar proses pembayaran dalam mata uang lokal supplier dapat dilakukan sesuai kebutuhan transaksi.
Karena itu, biasakan mengecek area bawah wastafel, kamar mandi, sambungan mesin cuci, dan keran.
3. Bersihkan filter AC secara rutin
AC yang digunakan setiap hari akan mengumpulkan debu pada filter. Filter yang kotor membuat sistem bekerja lebih keras sehingga konsumsi energi dapat meningkat dan komponen berisiko mengalami kerusakan lebih cepat.
ENERGY STAR merekomendasikan filter AC, furnace, atau heat pump diperiksa setiap bulan dan dibersihkan atau diganti sesuai jenis filternya. Kotoran pada sistem pendingin juga dapat mengurangi efisiensi dan memperpendek usia peralatan.
Untuk rumah di Indonesia yang menggunakan AC secara rutin, pemeriksaan filter dapat dimasukkan ke dalam jadwal perawatan bulanan.
4. Periksa celah pada pintu dan jendela
Celah kecil di sekitar pintu dan jendela tidak hanya membuat debu atau udara luar lebih mudah masuk. Pada rumah yang menggunakan AC, kebocoran udara juga dapat membuat pendinginan ruangan menjadi kurang efisien.
Department of Energy AS merekomendasikan penggunaan caulk atau weatherstripping untuk menutup celah pada bagian rumah yang memungkinkan udara keluar-masuk. Langkah tersebut termasuk perbaikan sederhana yang dapat membantu mengurangi pemborosan energi.
Periksa karet pintu, sambungan kusen, dan area sekitar jendela. Jika sealant sudah retak atau mengelupas, pertimbangkan untuk memperbaikinya.
5. Bersihkan saluran pembuangan
Saluran air di kamar mandi, dapur, dan area cuci perlu diperhatikan sebelum benar-benar tersumbat. Rambut, sisa makanan, minyak, dan kotoran dapat menumpuk secara bertahap.
Jika aliran air mulai melambat, jangan menunggu sampai saluran berhenti mengalir. Membersihkan sumbatan ketika masih ringan umumnya lebih sederhana dibandingkan menangani genangan atau kebocoran akibat saluran yang bermasalah.
6. Cek instalasi listrik yang terlihat
Perhatikan kondisi kabel, stopkontak, steker, dan terminal listrik yang sering digunakan. Kabel terkelupas, sambungan longgar, atau komponen yang terasa terlalu panas sebaiknya tidak diabaikan.
U.S. Fire Administration mencatat bahwa pada 2021 terdapat sekitar 24.200 kebakaran bangunan tempat tinggal yang berkaitan dengan listrik di AS, dengan kerugian properti diperkirakan lebih dari US$1,2 miliar.
Perawatan bukan berarti membongkar instalasi listrik sendiri. Jika menemukan tanda kerusakan serius, pemeriksaan oleh teknisi yang kompeten lebih aman.
7. Bersihkan filter dan ventilasi pengering
Jika rumah menggunakan mesin pengering pakaian, jangan hanya membersihkan filter serat atau lint. Bagian ventilasi juga perlu diperiksa secara berkala.
U.S. Fire Administration menyarankan filter lint dibersihkan sebelum atau setelah setiap siklus serta ventilasi diperiksa agar tidak rusak, terjepit, atau tersumbat.
Selain berkaitan dengan keselamatan, saluran yang tersumbat juga dapat membuat proses pengeringan menjadi lebih lama sehingga mesin bekerja lebih keras.
8. Buat jadwal inspeksi rumah
Perawatan rumah akan lebih mudah dilakukan jika tidak hanya mengandalkan ingatan. Buat checklist sederhana berdasarkan frekuensi, misalnya pemeriksaan mingguan, bulanan, dan tahunan.
Setiap bulan, pemilik rumah dapat mengecek kebocoran, filter AC, saluran pembuangan, dan kondisi listrik yang terlihat. Sementara itu, pemeriksaan atap, talang, sambungan eksterior, serta sistem tertentu dapat dilakukan secara berkala atau sebelum memasuki musim hujan.
Intinya, jangan menunggu kerusakan menjadi besar baru melakukan perawatan. Pemeriksaan kecil yang dilakukan secara konsisten dapat membantu menemukan masalah lebih awal, mengurangi pemborosan, dan membuat biaya
perbaikan rumah lebih terkendali.