Apakah Kamu Suka Memberi Tip ke Ojol atau Tidak?

Berbincangan sore itu mengalir saja. Saya berbincang dengan salah satu driver ojol, sudah mondar mandir pembicaraannya kemudian tiba-tiba saja beliau berkata bahwa ada banyak jenis pelanggan yang sudah ditemuinya. Kemudian beliau sering mengamati mengenai berbagai karakter pelanggan, salah satunya yaitu memberi tip/tambahan uang setelah orderan selesai.

Tidak ada harapan lebih, karena menurutnya mendapat pelanggan saja sudah bersyukur. Tapi, beliau lambat laun memperhatikan, bahwa kebanyakan orang yang ia tidak sangka akan memberi tip, ternyata malah memberi tip yang lumayan banyak. Sedangkan yang kelihatan begitu baik, di mata beliau ternyata berlalu begitu saja setelah orderan selesai.

Menurutnya pemberian tip yang diterima menjadi berkah atau kebahagiaan tersendiri. Tidak perlu tip yang banyak misal seribu, dua ribu saja beliau sudah merasa sangat dihargai. Sudah berhasil mengantarkan dan menurut beliau ucapan terima kasih dengan tip lebih berkesan.

Begitupun saya, kadang saya berfikir, mereka sudah mendapat bayaran yang pas. Tapi berbeda orang, seperti ibu saya, beliau heran ketika saya hanya membayar 10 ribu, karena mendapat promo atau potongan. Beliau merasa kasihan dan tetap memberi tip untuk driver tersebut. Dari ibu lah saya belajar, memberi lebih kan tidak ada salahnya.

Disini saya tidak ingin mengatakan bahwa tidak memberikan tip itu salah. Hanya saja, mungkin bagi driver tersebut merupakan penghargaan tersendiri.

Ah iya, saya jadi teringat belum lama ini saya memesan makanan menggunakan aplikasi. Saat makanan tersebut datang, beliau ternyata merupakan penyandang disabilitas. Setelah makanan saya terima, saya kemudian kembali ke kamar. Saya ingin memberikan beliau tip, tetapi ada yang berbeda di aplikasinya, saya hanya bisa memberinya seribu rupiah. Saya heran, padahal biasanya bervariatif, saya lihat lagi, dan ternyata masih sama. Mengapa ya?

Oh iya kembali pada obrolan dengan driver saya waktu itu, akhirnya beliau kembali berkata bahwa “memang betul ya, kita tidak boleh menjudge seseorang dari covernya”. Saya pun menganggukan kepala waktu itu,

source: sisternet.co.id

Salam.

17 pemikiran pada “Apakah Kamu Suka Memberi Tip ke Ojol atau Tidak?”

  1. Saya memberikan tip ketika benar2 merasa terbantukan atau terkesan. Kalau yang saya tidak mau lupakan adalah memberikan bintang 5 dan ucapan terima kasih secara langsung dan melalui aplikasi walaupun pelayanannya standard. Kalau pelayanannya bagus, ucapannya lebih panjang. Memang benar sih, bisa untuk bersedekah juga memberikan tip ini, seribu – dua ribu pastinya sangat berarti.

    Balas
  2. Betul sekali..
    Dengan saling memberi, akan membuat kita juga bisa berbagi kepada Abang Ojol yang sudah degan susah payah memberikan pelayanan terbaik. Ini namanya saling menghormati dan menghargai. Alangkah indahnya.

    Balas
  3. jujur, kalo aku engga 🙁 kecuali jaraknya jauh, jadi aku kasih tips.. karena mikir sebenarnya biaya dari aplikasi sudah include upah ojol

    tapi aku selalu mengucapkan terimakasih dan menyempatkan waktu untuk selalu memberikan bintang 5 serta saran yang baik 🙂

    Balas

Tinggalkan komentar