Buku Karya Senja Rindiani

“Duduklah Bersamaku dan izinkan Dirimu Tidak Mempertanyakan Banyak Hal“.

Menemukan buku yang kita banget, terkadang susah-susah gampang ngga sih? Yang kita banget maksudnya, yang enak dibaca dan bisa nyambung dengan gaya komunikasi kita. Biasanya saya lebih memilih buku yang sedikit tulisan dan sedikit gambar, tetapi isinya cocok dengan saya. Saya yakin, semua tulisan punya pembacanya sendiri dan tak sengaja membaca buku milik mbak senja ini, yang membuat saya tersihir dengan kata-katanya. Alasannya simpel karena topik tulisannya yang relate dan sering sekali pemikirannya sama dan serupa dengan yang saya pikirkan.

Saya sering berfikir banyak hal saat berkendara, ternyata di dalam buku juga disampaikan hal yang sama. Bedanya saya kurang bisa mengungkapkan apa yang dipikirkan sedangkan mbak Senja bisa mengungkapkannya. Seperti punya teman satu frekuensi di dalam tulisannya. Ah iya, bagian ketakutan akan tidak adanya keahlian khusus yang saya punya, itu bahan overthinking saya dan akhirnya dipatahkan dengan argumennya. Sehingga saya sekarang lebih tenang dan tidak berlarut lagi memikirkannya.

Bahasa yang digunakan pada buku ini sangat ringan seperti berbicara kepada teman, dibacanya nyaman dan bisa menjadi tempat untuk merefleksikan diri tentang pikiran yang selalu saja mampir di otak kita tanpa sengaja. Pembahasannya beragam, mulai tentang masa depan, mimpi, bersyukur, hubungan terhadap sesama manusia, masa lalu, kesendirian, kematian hingga overthinker. Setiap sub bab yang ditampilkan tidak berhubungan dengan sub bab lainnya. Jadi uniknya adalah kita bisa memilih sub bab yang sedang kita alami, entah tentang kehilangan, jatuh cinta, kesendirian bahkan ranah bagi seorang overthinker.

Bagian mengharukannya adalah buku ini berhasil mematahkan argumen saya yang menganggap diri saya ‘aneh’ dan berbeda dari banyak orang. Karena buku ini juga, saya jadi lebih semangat untuk menemukan buku-buku lainnya, teman-teman penulis lainnya yang sangat menginspirasi (semoga saya juga bisa menulis dan memberikan manfaat bagi orang lain).

Itu sedikit cerita saya tentang buku ini, sangat saya rekomendasikan sebagai salah satu bahan bacaan di waktu senggang. Apakah teman-teman juga punya buku favorit yang memberikan hal baru bahkan memberikan banyakk pembelajaran? Share di kolom komentar ya,

Salam.

13 pemikiran pada “Buku Karya Senja Rindiani”

  1. Terimakasih telah berbagi informasinya mbak..

    Sya mau beri dikit masukan & saran nih, utk ulasan bukunya udah bagus & akan semakin bagus nih kalo diperlengkap dengan beberapa deskripsi fisik bukunya.. jgan lupa sisipkan alamat atau link pembelian buku tersebut.. smoga bermanfaat ya mbak..

    Balas
  2. Dari dulu suka buku sejenis ini, yang memotivasi kemudian membahas hal-hal yang dirasakan tentang keadaan-keadaan tertentu dalam hidup. Cus nanti beli deh, bisa jg nih dicoba baca

    Balas
  3. Bukunya sepertinya menarik, kukira awalnya buku puisi tadi, ternyata buku motivasi. Sabilah buat dibaca nanti, yah kebetulan aku juga kepingin baca-baca buku baru setelah sekian lama ^^.

    Balas
  4. “Izinkan dirimu untuk tidak mempertanyakan banyak hal” WHOAAA dari kalimatnya aja udah menarik hahaha bahkan ketika duduk bersama, cukup menikmati momen tersebut tanpa memikirkan banyak hal adalah salah satu hal yang membahagiakan ya. Tapi pada kenyataannya, susah sekali rasanya untuk diam dan menenangkan pikiran xixie thanks ka sudah sharing

    Balas
  5. Baru liat cover bukunya, saya sudah bilang dalam hati “ini pasti menarik dan relate!” Ternyata pas baca reviewnya memang relate dengan saya. Selama ini sering overthinking dan kayanya buku ini bisa dijadikan bacaan selanjutnya hihi.

    Balas
  6. Bener, kak..
    Kadang aku juga merasa itik yang berbeda warna bulu ketika berada di sebuah perkumpulan. Jadi kayanya aku juga butuh baca buku “Duduklah Bersamaku dan izinkan Dirimu Tidak Mempertanyakan Banyak Hal”.
    Kalau banyak mikir, iya banget. Jatuhnya kadang ovt gitu deh.. Hiiks~

    Balas
  7. Ini buku pengembangan diri apa gimana Kak? dai penjelasan Kak Caca sih keknya buku motivasi ya? Udah lama juga saya ga baca buku motivasi, lebih ke buku fiksi dan sejarah, suka bikin berimajinasi. seru…

    Balas

Tinggalkan komentar