Seperti biasanya, saya hendak berangkat (les private) ke salah satu murid saya di daerah Meteseh. Oh iya, biasanya sebelum berangkat, saya sudah berkoordinasi dengan orang tua mengenai les hari ini. Setelah saya sampai di rumah, ternyata saya disambut dengan begitu hangat oleh siswa saya yang masih duduk di bangku SD. Dengan nada yang sangat riang, dia berkata “Miss, lihat ini. ” sembari menunjukan mainan baru yang berbentuk papan tulis beserta pena nya.
Kalau diingat, dulu juga sudah ada mainan ini. Hanya bentuknya dimodifikasi dan juga cara pakainya. Begitu bahagianya menunjukan mainannya itu. Hari itu berjalan begitu lancar, mulai dari menulis, berhitung bahkan mengerjakan bahasa Inggris. Hari itu juga dia berhitung sangat semangat, melebihi semangat di hari-hari sebelumnya. Saya merasa sangat terbantu dengan mainan barunya ini.
Mempunyai mainan baru ternyata bisa menambah keinginan anak untuk terus belajar. Ada kemungkinan akan bosan dengan mainan yang ada, tapi jika memungkinkan cobalah untuk bermain dengan banyak cara/bervariasi. Karena saat ada permainan lainnya yang ditambahkan akan membuat semangat kembali hadir. Namanya juga anak-anak ya, gampang sekali bosan dengan benda yang sudah dimainkan. Akan lebih menyenangkan memang bila teknik untuk memainkannya berubah-ubah. Oh iya untuk link alat serupa bisa klik disini yaa (Drawing Writing Tablet 8.5). Penampakannya akan seperti gambar di bawah ini, saya juga menggunakannya untuk coret-coret saat mengerjakan soal matematika, jadi lebih hemat kertas.

Fyi, saya mengajar beberapa siswa di tingkatan kelas yang sama. Tetapi, ada yang sudah pintar membaca, ada yang masih terbata-bata ada juga yang sudah setengah jalan (bisa membaca, tetapi harus pelan dalam menulisnya). Kemampuan anak memang berbeda-beda, cara belajar anak juga berbeda. Sehingga saat saya ingin mengajar seorang anak, pertama yang saya amati adalah cara belajar atau gaya belajar anak tersebut. Gaya belajar seseorang dibagi menjadi tiga tipe, yaitu auditori, kinestetik dan visual. Dengan mengetahui gaya belajar yang dimiliki oleh anak, kita akan tahu metode mana yang cocok dengannya, sehingga akan lebih mudah memahami konsep suatu pembelajaran.
Saya sendiri lebih ke arah kinestetik, jadi saat belajar saya sering melibatkan gerakan tubuh seperti menggoyangkan kaki ataupun menggerakkan tangan. Contohnya saat saya hendak belajar/menulis, saya cenderung akan menggerakan salah satu anggota badan, dan lebih rileks sehingga sangat enjoy saat belajar/menulis dan lebih semangat. Kira-kira gaya belajar mana yang cocok dengan teman-teman? Share di kolom komentar ya,
Sudah berada di penghujung bulan Maret ya ternyata, sebentar lagi April dan juga Bulan Ramadhan akan datang. Semoga saja kita bisa bertemu dan bisa menjalankan ibadah di Bulan Ramadhan dengan baik dan bisa menjalankan target-target yang sudah direncanakan.
Salam.
ANak sulung saya kinestetik. Sejak kecil tidak bisa diam. Sekarang pun, dia sudah kuliah, kalau di rumah, tidak bisa diam juga kecuali sedang ada yang dikerjakan di komputer. Kalau sesuai gaya b elajar, memang lebih mudah ya proses belajar itu/
Wah saya kembaran dengan saya mbak, apalagi kalau mau ulangan, saya biasanya bisa kaya setrikaan gitu…
Metode belajar memang kudu diupgrade terus ya, biar anak² gak cepat bosan.
Bisa dengan alat bantu peraga apa aja, yang penting menyenangkan
Tabletnya kayak yang aku belikan buat anakku hihi. Tujuan awalnya buat anak main, eh malah bapaknya yang sering mainin. Wkwk.
Btw, kalo aku tipe yang auditori deh kayaknya. Lebih gampang nyantol di kepala kalo dibaca keras, atau dibacakan guru. Itu termasuk auditori kan mbak?
Tablet ini, zaman kecil saya namanya sablak. Tapi bukan jenis gawi begini. Dulu kertas lumayan mahal.
Tapi saya pakai sablak juga cuma kelas 1 SD.
Sekarang sudah dihidupkan lagi dalam bentuk beda.
Sabak kok jadi sablak. hihihi
Gaya belajar memang menentukan ya kak dalam penyerapan pembelajaran. Kalo udah tau gaya belajar anak tipe yg mana, memberikan stimulasinya juga lebih mudah
Mengajar anak kelas kecil di Sekolah Dasar itu sungguh gak mudah yaa..
Tetapi jadi punya banyak kisah seru dan pengalaman yang baik dalam berkomunikasi.
Salut sama kak Ros.. pasti orangnya sabaaarr banget.
Yapss benar, kita harus mengetahui gaya belajar anak yang kita ajar. Kalo udah tau mereka lebih ke tipe yg mana, jadi kita bisa menyampaikan pengajarannya jadi lebih mudah. Thanks ka sudah sharing
Kadang kalau melihat anak belajar itu seem likes melihat diri sendiri dulu. Hehehe.. Jadi kadang rada hati-hati juga dalam menerapkan pola pembelajaran. Biar mereka senang dan nggak ngerasa tertekan. 🥰🥰
wahhh suka sekali dengan cerita akhir pekan mba. mba ngajar apa mba? matematika ya?? atau beberapa bidang studi juga mba ajarin??
Mainannya sama seperti saya kecil dulu itu kak, tapi saya lupa namanya.
Kalo saya tipe auditori, harus dibaca keras-keras baru hapal, kalo anak masih rada bingung, tapi kayaknya auditori juga sichh
Iya bener mbak, gaya belajar orang beda-beda. Saya visual banget, tapi ternyata setelah saya kombinasi visual dan audio, pemahaman saya jadi meningkat berkali-kali lipat. thanks mbak artikelnya yang informatif :))