Cerita saat Putus Kerja
Sudah hampir satu tahun (hampir yaa), saya bekerja di salah satu agency digital di Purwokerto. Sayangnya, perusahaan tidak berhasil bertahan di bulan ke 10 saya disana dan akhirnya ada sekitar 80-90% karyawan yang di cut off alias di PHK. Saya dan teman-teman tidak bisa berbuat banyak, karena kondisi perusahaan yang tidak mampu bertahan dengan banyaknya persaingan. Sedih? Pasti.
Setelah cut off besar-besaran itu, akhirnya saya dan teman-teman (ex kantor) mulai memutar otak untuk segera bangkit dan terus semangat mencari pekerjaan. Ada beberapa teman yang akhirnya kembali bekerja freelance, seperti saya. Beberapa bidang yang digeluti tidak jauh dari dunia perdigital-an. Ada yang kembali menjadi vidiografer, MUA, ada juga yang sedang berusaha melanjutkan pendidikannya. Oh iya, ada juga yang berusaha merintis digital agency sendiri.
Nyaman dengan Teman Kerja
Sebenarnya saya sudah sangat betah memiliki teman kerja seperti mereka, tim 1 divisi hingga tim lapangan. Saking betahnya ngga kerasa gitu 10 bulan disana. Banyak hal yang bisa diambil selama bekerja bersama teman-teman disana. Banyak hal yang tidak akan kita dapat jika tidak terjun langsung ke dunia kerja. Bermacam karakter orang hingga menemukan orang yang memiliki visi misi yang sama. Terlanjur sayang sama mereka intinya.
Harapan besar saya, semoga semua teman-teman saya (yang pernah berbuat baik dengan saya), yang sudah mencurahkan waktunya untuk bekerja, bisa mendapatkan pekerjaan dan rezeki di jalan yang lebih baik. Dipermudah dan dilancarkan rezeki nya secepat kilat, karena saya tahu banyak sekali yang bekerja tidak hanya memenuhi kebutuhan sendiri melainkan juga untuk keluarga (generasi sandwich).
Ini beberapa hal yang bisa teman-teman lakukan sembari mencari lapangan kerja baru, yaitu menjaga kesehatan (mental dan fisik), berolahraga dengan teratur, menambah skill dengan mencari kelas atau informasi di berbagai platform, kursus, mencoba menjadi affiliator dan mendaftar di tempat yang baru.
Semangat terus untuk selalu berkarya teman-teman, Insya Allah jika kita selalu bergerak (lillahita’ala) maka Allah akan mendekatkan rizki kita yang jauh, menghalalkan rizki kita, memunculkan rizki kita yang tersembunya hingga menjadikan rizki itu berkah. Badai pasti berlalu, pelangi akan kembali muncul. Salam.
Saya pernah merasakan hal ini kak, di PHK karena kantor tutup (dilikwidasi). Tetapi waktu itu anak saya masih berumur 1,5 tahun. Setelah tidak bekerja, saya jadi lebih banyak punya waktu membersamai anak.
Kalau melihat hal baik disetiap kejadian buruk jadi lebih lega ya kak. Meskipun sedih juga karena udah di PHK
Plus minus sebenernya ya mba, kesel nya itu PHK deket puasa dan lebaran…
Semoga saat ini sudah mendapatkan sumber pendapatan yang lain ya Ca. Tau banget deh rasanya saat harus berhenti bekerja bukan karena kemauan kita sendiri. Aku udah pernah ngerasain beberapa kali jaman muda dulu hehehee… ih emangnya aku udah tua sekarang? 😀
eeh haha masih muda mbaa, tenang.. Alhamdulilah sudah ini mbaa, jadi buguru sekarang haha