saat pemikiran kita tak lagi fokus dengan sesuatu hal yang penting, saat itu pula saat yang sangat enak untuk kita menggalau.( dalam hal ini galau yang dimaksud alah galau yang tidak bermanfaat. )
lebih – lebih kalau memang diiringi dengan alunan musik galau. ( pengalaman )
sebenarnya kalau memang kita perhatikan betul – betul, galau itu sebenarnya sangatlah tidak ada gunanya. menghabiskan waktu, menghabiskan tenaga dan juga membuat hati kita merasa sangatlah tidak nyaman.
lalu bagaimana bila galau itu selalu menghantui kita?
jawabannya adalah kita harus bisa menyetir atau mengubah galau itu menjadi galau yang bermanfaat. apa maksudnya?
cara terampuh untuk mengubah galau kita adalah dengan kita menggalau masalah akhirat. apakah kita sudah siap untuk mempertanggungjawabkan semuanya dihadapan – Nya?
apakah kita sudah memaksimalkan kehidupan kita untuk menggapai ridho -Nya?
dan apakah kita siap bila kita harus menemui ajal kita?
atau mungkin apakah kita sudah pantas untuk mendapatkan syurga – Nya?
sedangkan kita tahu adanya kehidupan setelah kematian, kehidupan yang kekal , kehidupan yang tak ada ujung nya.
kita akan kekal dan abadi di dalamnya SELAMANYA ..
jadi. manfaatkan waktu kita, karena sejatinya kita tak pernah tau kapan ajal akan menjemput kita, kita harus siap, dan ingatlah tujuan hidup kita .. yaitu untuk menggapai ridho – Nya..
kita sama – sama belajar untuk bisa menjadi seseorang yang lebih baik, karena tanpa adanya sebuah usaha maka kita tak akan pernah bisa menjadi pribadi yang lebih baik.
Galau itu ciri manusia terutama yg masih labil.
Yu. Segera move on
bener ms, hanya saja harus tanggap kalo lagi galau,
caw langsung move on …
nah.. move on itu paling susah. kalau saya cenderung mencari pelampiasan dengan melakukan aktivitas lain. tapi namanya pelampiasan. ga bisa awet. dikit-dikit ingat lagi.. dikit-dikit jadi galau lagi..
eh, ngomongin apa to ini 🙂
boleh juga idenya ms, hanya saja sekarang ini , galau dijadikan sebuah kegiatan yang sangat dinikmati, wah..wah..
inget apa ni ms? haha