“Mendaki gunung, lewati lembah” merupakan salah satu keinginan dalam bucket list saya yang dapat terwujud di tahun 2021 ini. Tidak sengaja dipertemukan dengan teman yang hobi mendaki, akhirnya mendaki Gunung tidak hanya menjadi wacana lagi tetapi akhirnya menjadi realita.
Gunung Ungaran merupakan salah satu gunung yang terletak di Kota Ungaran, Kabupaten Semarang Jawa Tengah. Di masa pandemi sudah ada beberapa jalur pendakian gunung di Indonesia yang sudah mulai dibuka termasuk Gunung Ungaran ini. Perjalanan kali ini dilakukan hanya setengah hari saja, para pendaki mengenalnya dengan sebutan Tek Tok/ Tik Tok. Ada beberapa jalur yang bisa dilalui untuk mengeksplor Gunung Ungaran, tetapi untuk perjalanan kali ini kami milih perantunan sebagai basecamp kami dan Puncak Bondolan sebagai tujuan utamanya.
Kami berangkat bertiga (saya, Mas Zippo dan Mas Habib) meninggalkan basecamp pada pukul 08.00 dan memulai perjalanan. Sebelum perjalanan dimulai, kami berdoa terlebih dahulu supaya diberikan keselamatan dan tidak ada halangan yang berarti. Pada awal perjalanan saya masih biasa saja, tetapi begitu masuk ke pos 2 sudah mulai ada penyesuaian dan mulai merasa lelah. Perjalanan kemudian dilanjutkan dan kami bertemu dengan beberapa pendaki, ada yang memang dari kemarin sudah camp ataupun ada juga yang sama dengan kami yaitu hanya singgah sebentar kemudian kembali ke basecamp. Ini dia rincian beberapa pos yang kami lewati:
Gerbang pendakian (1386 Mdpl)
Pos 1 Watu Omah (1418 Mdpl)
Pos 2 Watu Jajar (1489 Mdpl)
Pos 3 Watu Srumpuk (1586 Mdpl)
Ondo Rante (1655 Mdpl)
Pos 4 Kolo Keciko (1742 Mdpl)
Puncak Bondolan (1885 Mdpl)

Saat berada di Puncak Bondolan, semua lelah sudah terbayar. Pemandangan yang begitu indah dan langit yang begitu biru membuat saya takjub akan seluruh ciptaan Tuhan. Selain pemandangan Jawa Tengah dari Ketinggian, saya juga dapat melihat dereta Gunung yang sangat gagah, yaitu Gunung Sindoro, Gunung Sumbing, Gunung Telomoyo, Gunung Merbabu bahkan Gunung Lawu.
Untuk mencapai Puncak Bondolan, kami membutuhkan waktu hampir 2 jam (tau sendiri ya, siapa yang jalannya lambat). Untuk fasilitas di basecamp perantunan sudah bagus, toilet bersih, mushola, bahkan disediakan tempat bila mana ingin menginap beserta tendanya. Tiket pendakian sangat terjangkau yaitu Rp 10.000.
Ada beberapa hal yang harus kita perhatikan juga ketika melakukan pendakian. Sudah sewajarnya dan sepatutnya kita menghormati dan selalu menjaga sikap termasuk saat melakukan pendakian, diantaranya:
- Menerapkan protokol kesehatan
- Membawa peralatan pendakian standard dan logistic yang cukup
- Membawa obat-obatan/P3K Pribadi
- Pelajari Jalur Pendakian/minta briefing terlebih dahulu kepada petugas BC

Ada beberapa larangan juga yang harus diperhatikan saat berada di kawasan Gunung Ungaran Via Perantunan
- Dilarang membuang sampah di sepanjang jalur pendakian atau camp area
- Dilarang membawa atau memetik keluar tumbuhan/tanaman
- Dilarang memburu atau menangkap satwa
- Dilarang membawa Miras, obat-obatan terlarang, berbuat asusila, senjata api atau alat berburu lainnya.
- Dilarang merusak atau mengotori penunjuk arah, bebatuan ataupun pohon disepanjang jalur pendakian.
- Dilarang menyalakan api unggun, kembang api ataupun petasan.
- DIlarang melintas di luar jalur atau main trabas
- Dilarang camp di Puncak Botak atau Banteng Raiders.
- Dilarang mendaki dalam keadaan haid.
- DIlarang melakukan pendakian di malam hari seorang diri.
- Dilarang berlama-lama di POS 5 (istirahat secukupnya saja).
- Dilarang meninggalkan apapun selain jejak kakimu.

Memang benar ya, melakukan pendakian begitu melelahkan. Tapi, saya tidak memungkiri keindahan alam yang bisa kita nikmati saat berada di puncak membuat kita lupa bagaimana/apa yang kita rasakan sebelumnya. Semuanya terbayar dengan keindahan ciptaan Yang Maha Kuasa. Sayangnya, hal yang membuat saya takut selanjutnya adalah saat turun gunung. Mungkin karena belum terbiasa, selain itu saya baru menyadari ternyata saya juga takut akan ketinggian. Namun akhirnya, alhamdulillaah saya bisa kembali ke basecamp dan bisa berbagi cerita kepada pembaca setia saya,
Salam.
Ye, akhirnya naik gunung juga. Aduh, jadi kangen nih. Udah lama gak naik gunung, terakhir tahun 2016, itu pun masih perbukitan.
Lelah memang naik gunung tapi sampai puncak rasanya puas banget.
iya ini mbak, akhirnya di tahun ini keinginanku kesampaian… Sebenernya, harus sambil menikmati si mba, biar lelahnya tidak terlalu terasa…
Masya Allah Tabarakallah mba….Indahnya ciptaan Allah ya. Aku bayanginnya akh gue kuat nggak ya daki gini ha ha ha …sensasi perjalanan beda deh kalau mendaki itu. Keren!
Iya mbak, masya Allah indah bangeet… awalnya saya juga ragu mbak, selalu bilang ke teman saya kalau jalan nya bakal lambat. Alhamdulillah mereka sangat sabaar
MasyaAllah cakep banget pemandangannya
Duh jadi kangen naik gunung
Betul banget deh meski capek mendaki tapi liat pemandangan indah dan sejuk jadi ilang capeknya
iya mbak pas pertama lihat sampai tak bisa berkata-kata, trus lebih cakep aslinya hehee.. Ayo naik gunung lagi,
Wah seru ya kalau sudah di puncak tuh kek merasa bersyukur banget gak sih