Iklim Semarang yang Panas
Panas, udara kering, ditambah banjir mungkin itulah yang erat tergambar saat saya berada di Ibu Kota Jawa Tengah ini. Ya benar, Kota Semarang. Sudah bukan hal yang tabu ketika saya memperkenalkan kota dimana saya menempuh karir pendidikan saya saat ini dengan kata-kata tersebut.Bahkan, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebutkan Semarang termasuk di lima besar wilayah dengan suhu tertinggi dan merupakan salah satu daerah terpanas di Indonesia. Selain perubahan cuaca, suhu di Semarang cenderung panas karena dipengaruhi oleh kondisi geografisnya yang berada di wilayah dataran rendah dan dekat dengan pantai.

Banjir Semarang Karena Pemanasan Global?
Banjir di Kota Semarang juga mungkin merupakan event terjadwal yang sudah biasa terjadi di tengah-tengah masyarakat. Tidak hanya itu, menurut Para peneliti di Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengungkapkan banjir rob di sejumlah wilayah pesisir utara Jawa, termasuk Semarang, dipicu oleh faktor iklim atau cuaca, siklus bulan, hingga penurunan muka tanah dan pemanasan global. Menurut pakar Geodesi dari ITB Heri Andreas, sebenarnya kenaikan air laut pada pemanasan global tidak terlalu signifikan bila dibandingkan dengan penurunan muka tanah di kawasan pesisir pantura. Penurunan muka tanah pesisir di Semarang sendiri mencapai 10cm hingga 20cm per tahun.
Sumber data:Cnnindonesia
Berbagai Polusi Penyebab Perubahan Iklim
Salah satu faktor pendukung lainnya dari keadaan ekstrem di Kota Semarang selain kondisi geografisnya adalah faktor iklim yang dipengaruhi oleh polusi di dalam Kota. Pada dasarnya, terdapat beberapa jenis polusi yang bisa mempengaruhi perubahan iklim yang dikategorikan menjadi seperti berikut:
1. Polusi Udara
Polusi udara merupakan pelepasan kontaminan berbahaya seperti bahan kimia, gas beracun, dll ke atmosfer bumi. Polusi udara bahkan dikatakan dapat menciptakan pemanasan global yang ekstrem. Jenis polusi udara dapat tercipta dari hasil pembakaran bahan bakar fosil atau gas buang dari industri atau pabrik.
2. Polusi Air
Polusi air terjadi ketika polutan beracun mengkontaminasi badan air seperti danau, sungai, dan laut. Polusi air dapat memiliki akibat yang berbahaya bagi manusia apalagi jika air yang terkontaminasi berhasil terakumulasi ke dalam makhluk hidup lain hingga naik ke rantai makanan manusia. Penyebab signifikan dari polusi air salah satunya adalah pembuangan limbah pabrik ke badan air atau bahkan kotoran dari hewan hingga manusia.
3. Polusi Tanah
Polusi tanah pada dasarnya mengacu pada degradasi kandungan atau jenis tanah karena adanya bahan kimia atau zat buatan manusia lainnya di dalam tanah. Zat xenobiotik mengubah komposisi alami tanah dan mempengaruhinya secara negatif. Bahan kimia beracun apa pun yang ada di tanah akan diserap oleh tanaman, lalu tanaman akan berperan sebagai produsen makanan dalam rantai makanan di suatu lingkungan. Penyebab umum polusi tanah salah satunya adalah kegiatan pertambangan, pembuangan limbah industri yang tidak tepat, dan metode pertanian menggunakan bahan kimia seperti pupuk dan pestisida.
Sumber data:Merdeka.com
Selimut Polusi Membuat Bumi Semakin Panas dan Menyebabkan Perubahan Iklim
Beberapa jenis polusi dapat berdampak langsung pada perubahan iklim, seperti misalnya penurunan muka tanah dan degradasi yang terjadi di Kota Semarang yang juga dapat mempengaruhi kualitas tumbuhan sebagai pencipta utama keseimbangan oksigen terhadap lingkungan, atau polusi udara yang dapat menciptakan lubang-lubang di lapisan ozon hingga berdampak ke pemanasan global. Tim PBB juga menyimpulkan salah satu penyebab utama terjadinya pemanasan global serta perubahan iklim yang cepat ini terjadi karena adanya emisi gas rumah kaca yang menciptakan #SelimutPolusi bumi sehingga memerangkap panas matahari. Seiring dengan meningkatnya konsentrasi gas rumah kaca, suhu permukaan global juga meningkat. Peningkatan suhu dari waktu ke waktu mengubah pola cuaca dan mengganggu keseimbangan alam yang menimbulkan banyak risiko bagi seluruh makhluk hidup lainnya di Bumi.
Sumber data:Indonesia.un.org
Menjaga Keseimbangan Alam
Keseimbangan alam merupakan bentuk keseimbangan antara kehidupan biotik dengan lingkungan. Keseimbangan alam sangat penting untuk dijaga agar alam tidak rusak dan makhluk hidup bisa terus hidup berdampingan dengan alam. Hutan yang lestari merupakan salah satu komponen dalam keseimbangan alam. Berdasarkan UU Nomor 14 tahun 1999 tentang Kehutanan, pengertian hutan adalah suatu kesatuan ekosistem berupa hamparan lahan berisi sumber daya alam hayati yang didominasi pepohonan dalam persekutuan alam lingkungan yang satu dengan lainnya tidak dapat dipisahkan. Lalu bagaimana peranan hutan untuk bumi ya?
Peranan Hutan untuk Bumi
Hutan mendapat julukan sebagai paru-paru dunia karena merupakan pemasok oksigen terbesar di permukaan bumi. Sebatang pohon dewasa mampu menghasilkan pasokan oksigen untuk 2-10 orang per hari. Selain itu hutan mampu menyerap karbondioksida sebanyak 2,6 miliar ton karbon dioksida, menangkap limpahan air dan menyerapnya ke dalam tanah, mencegah banjir, mengurangi dampak erosi tanah, dan tempat tinggal flora serta fauna. Namun saat ini, hutan kian menipis dan berkurang akibat adanya banyak aktifitas manusia misalnya penebangan hutan secara besar-besaran, pembebasan lahan hutan yang tidak sesuai aturan, dan lain sebagainya. Manfaat hutan yang sangat penting bagi kehidupan ini, seharusnya menyadarkan kita untuk dapat terus memelihara hutan yang tersisa dan melestarikannya.
Sumber data:lindungihutan.com
Kebijakanku Sebagai #MudaMudiBumi
Menjaga kelestarian hutan di Indonesia menjadi hal yang wajib bagi seluruh elemen masyarakat tetapi mempunyai kekuasaan tentu akan membuat kita menjadi lebih mudah untuk menjalankan apa yang dicita-citakan termasuk menjaga kelestarian hutan. Lantas bagaimana dan apa yang akan saya lakukan jika saya mempunyai pengaruh atau kewenangan dalam memberikan kebijakan untuk menjaga Kota Semarang yang saya cintai ini?
Hutanku Perpustakaanku
Budaya membaca masyarakat Indonesia saat ini cenderung masih rendah. Berdasarkan pengalaman saya, minat baca akan meningkat saat berada di suasana yang nyaman dan sejuk. Mempunyai perpustakaan dengan konsep back to nature dimana nuansa belajar dengan dikelilingi banyak pohon rindang bisa menjadi alternatif solusi. Suasana lingkungan yang sejuk dan menyenangkan meningkatkan fokus untuk membaca. Motivasi dan kemampuan untuk belajar juga akan meningkat karena udara yang bersih (karena pohon merupakan penghasil oksigen).
Beberapa daerah dengan pohon rindang yang ada di Kota Semarang biasanya hanya digunakan sebagai tempat berjualan maupun sekedar nongkrong saja. Bayangkan jika ada perpusatakaan di bawah pepohonan yang rindang dan terdapat rak dengan berbagai koleksi bahan bacaan seperti majalah, koran maupun buku, pembaca juga bisa bertukar informasi dengan orang lain yang sedang ada di perpustakaan ini.
Jalanan Kota yang Rindang
Sekitar 3 tahun yang lalu, saya pernah melewati salah satu jalanan di Kota Surabaya yaitu Jalan Walikota Mustajab yang berlokasi di Balai Kota Surabaya. Ketika melewatinya saya merasakan suasana yang rindang penuh dengan pepohonan di kanan kirinya. Teringat akan hal itu, saya juga menyadari sebenarnya ada beberapa jalanan di Kota Semarang yang memiliki nuansa serupa dan membuat hati ketika melewatinya menjadi senang dan bahagia. Namun sayangnya karena tata perkabelan listrik di Kota Semarang yang belum optimal, banyak pohon yang akhirnya harus dikurangi demi keselamatan area jalanan.
Dengan memaksimalkan penataan perkabelan dan kembali menanam atau menyusun beberapa pepohonan di jalanan kota, seharusnya jalanan Kota Semarang dapat kembali menjadi jalanan yang nyaman, sejuk, serta dapat membantu menambah area resapan air.
Satuan Petugas Hutan Kota
Di Indonesia terdapat sebuah satuan khusus yang menangani perlindungan di bidang kehutanan yaitu polisi hutan atau biasa disebut polhut. Polhut sendiri bertugas atas dasar KUU untuk melindungi hutan dan konservasi sumber daya alam hayati serta ekosistem yang ada di dalamnya. Berdasarkan peran dan tugas dari sebuah jabatan yang sudah ada tersebut, menurut saya tidak berlebihan jika nantinya kita juga harus memiliki posisi tersendiri untuk fokus melindungi dan menjaga ekosistem hutan/pepohonan yang berada di tengah kota.
Saya berfikir nantinya posisi ini akan dinamakan sebagai Satuan Petugas Hutan Kota. Satuan Petugas Hutan Kota akan menjadi komponen penting, agar nantinya hutan kota tetap terjaga kebersihan dan keindahannya. Hutan kota yang terjaga akan membuat warganya menjadi betah berlama lama dan akhirnya timbul rasa kesadaran untuk ikut serta menjaga ekosistem hutan kota.

Semarang Uptown Mini Zoo (SUMZ)
Suraloka Zoo adalah suatu mini zoo yang ada di Kota Jogja. Kebun binatang ini memiliki konsep yaitu kebun binatang mini yang berada di tengah kota. Saya melihat hadirnya kebun binatang di tengah kota ini dapat menjadi pesan bahwa bumi tidak hanya dihuni oleh manusia saja, tetapi juga ada berjuta flora dan fauna yang menjadi populasi di muka bumi ini.
Menghadirkan beberapa mini zoo di tengah kota dapat menjadi alternatif tujuan wisata sekaligus konservasi alam secara bersamaan. Menurut saya kendala yang terjadi di Kota Semarang saat ini adalah minimnya tujuan wisata alam terutama dikarenakan lokasinya yang cukup jauh dari tengah kota. Tujuan wisata kembali ke alam ini dapat menghidupkan kembali suasana asri di tengah Kota Semarang. Dengan demikian masyarakat juga bisa memiliki edukasi tentang pentingnya hidup berdampingan dengan seluruh populasi kehidupan yang ada di bumi ini.
Pembuatan Green Roof di Gedung Bertingkat
Peningkatan penduduk di Indonesia secara keseluruhan dan khususnya di Kota Semarang setiap tahunnya, membuat banyak lahan yang awalnya sebagai lahan resapan beralih fungsi menjadi pemukiman penduduk. Masalah lingkungan seperti banjir dan polusi udara semakin buruk terutama di daerah perkotaan. Hal ini terjadi karena berkurangnya lahan untuk membangun Ruang Terbuka Hijau (RTH) khususnya di daerah tengah kota.
Green Roof bisa menjadi solusi alternatif di daerah perkotaan untuk mengatasi masalah polusi udara dan keterbatasan Ruang Terbuka Hijau (RTH). Green Roof merupakan istilah untuk pengimplementasian arsitektur hijau pada bagian atap bangunan yang bertujuan untuk meminimalisir dampak pemanasan global terhadap lingkungan alam dan manusia. Beberapa kota padat penduduk di luar negeri seperti di Amerika sendiri telah menerapkan strategi ini untuk mengatasi masalah polusi di kota tersebut.

Perbaikan dan Pemeliharaan Saluran Pembuangan Air Limbah (SPAL)
Masalah banjir di Kota Semarang merupakan salah satu masalah yang sampai kini belum tuntas diatasi. Banjir yang terjadi pun sering memakan waktu yang lama untuk surut karena efek luapan parit/got dan kurang adanya sistem drainase yang baik di sekitaran jalan. Luapan dari parit/got bahkan banyak mengandung air limbah yang dapat membahayakan kesehatan masyarakat.
Sumber data:dlh.semarangkota.go.id
Air limbah merupakan air bekas yang berasal dari kamar mandi, dapur atau cucian yang dapat mengotori sumber air seperti sumur, sungai serta lingkungan secara keseluruhan. Banyak hal yang menjadi dampak adanya SPAL ini yaitu mengganggu pemandangan, menimbulkan bau busuk, dapat menjadi sarang nyamuk, serta membuat luas tanah yang seharusnya dapat digunakan menjadi berkurang.
Saluran Pembuangan Air Limbah (SPAL) yang memenuhi syarat kesehatan sebagai berikut:
1. SPAL tidak mencemari sumur, sungai, danau maupun sumber air lainnya.
2.SPAl yang dibuat tidak menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk, lalat dan lipan sehingga SPAL tersebut mesti ditutup rapat dengan menggunakan papan
3. SPAL tidak dapat menimbulkan kecelakaan, khususnya pada anak-anak.
4.Tidak mengganggu estetika.
Bagaimana Pemeliharaan SPAL ini:
1. Saluran setiap hari perlu dibersihkan dengan memakai alat.
2. Jangan membuang benda benda padat seperti batu kerikil, kertas, kain, plastik dan barang lainnya
3. Semua resapan perlu sering dikontrol agar bagian tersumbat dibersihkan.
Sumber data:Depkes RI (1990), Pedoman penggunaan dan pemeliharaan sarana penyediaan air bersih dan penyehatan lingkungan pemukiman
Mempelajari Pengelolaan Limbah Negara Tetangga
Singapura merupakan negara kecil dengan luas daratan lebih kecil dari Pulau Jawa. Ketersediaan sumber air yang terbatas dan sering terjadinya banjir dan penanganan sanitasi yang kurang memadai sehingga mempengaruhi tingkat kesehatan masyarakat. Dalam pengelolaan limbah oleh negara Singapura, kita dapat mempelajari dan mengimplementasikan beberapa hal:
1. Komitmen Pemerintah yang kuat serta didukung oleh politisi dan masyarakat. Arah kebijakan yang jelas serta didukung dengan ketersediaan sumber daya menjamin keberhasilan suatu program.
2. Keterlibatan berbagai pihak, baik kementrian, akademisi, swasta, maupun media. Keterlibatan tersebut tidak hanya saat perencanaan, namun juga saat implementasi. Upaya advokasi dan promosi berbagai produk perencanaan yang saat ini dilakukan oleh Tim Reformasi Birokrasi di Bappenas sangat relevan untuk dilanjutkan.
3. Masyarakat tidak hanya sebagai objek tetapi subjek, maka program edukasi dan promosi yang dilakukan kepada masyarakat dilakukan dengan sangat sistematis dan komprehensi. Masyarakat diberikan arahan yang jelas pada kegiatan yang dapat dilakukan masyarakat.
Pada akhirnya, menjadi warga negara yang baik adalah dengan mengikuti regulasi mengenai pembuatan sanitasi dan pengelolaan air limbah.
Sumber data:nawasis.org
Perubahan iklim yang kian terasa ekstrem akibat adanya selimut polusi harus menjadi perhatian semua elemen masyarakat termasuk saya sebagai #MudaMudiBumi. Menjaga kelestarian hutan yang menjadi penopang oksigen dan penyeimbang alam merupakan salah satu langkah yang bisa kita berikan #UntukmuBumiku. #SelimutPolusi menjadi hal besar yang harus dihadapi bersama agar generasi berikutnya dapat terus berdampingan hidup aman, nyaman dan tentram bersama seluruh populasi kehidupan lainnya. Dengan langkah komitmen saya menjaga kota dari selimut polusi dan membuat hutan kembali lestari, saya juga ingin mengajak teman-teman untuk bersatu memiliki satu visi yaitu menjaga bumi kita tercinta ini #TeamUpForImpact.
Salam.
Suka ide nya kaka untuk menanggulangi bencana yang sudah terjadi. Bisa sebagai ide masa depan Indonesia negara maju masa depan. Walaupun banyak industri pabrik, IPAL nya benar-benar dilakukan tanpa menunggu diawasi. Rumah atau bangunan tinggi tetapi tetap ada kesadaran diri wajib menanam pohon, sehingga bangunan tetap rindang. Semua kembali ke diri sendiri sebagai pemula lagi, untuk contoh masa depan. Semangat semoga menjadi nyata.
Betul kak, harus dimulai dari diri sendiri untuk lebih peduli terhadap lingkungan. Terima kasih dukungannya
Makin ke sini makin parah aja ya. Kita sebagai kawula muda wajib banget bergerak nyata untuk melestarikan bumi.
Menanam pohon, membersihkan saluran air, dan lainnya, bisa kita lakukan dengan sepenuh hati.
Pernah lihat saluran air di negara tetangga yang jernih dan bisa jadi ala ala akuarium kak? coba ya ada yang inisiatif gitu
Benar adanya ya keseimbangan menjaga alam itu harus, duh sekarang orang cari tanah aja susah di lingkungan karena beton dimana mana kan. Jadi hujan dalam hitungan menit dan konstan ya banjir. Pun aku senang ya sekarang banyak Green Roof…membantu polusi udara ini.
Iya mbak, apalagi di daerah perkotaan ya. Hujan dalam kurun waktu beberapa jam saja sudah banjir.
Polusi menjadi masalah turun temurun, maka mengatasinya musti berorientasi pada sustainanle. Agar bisa diupayakan berkelanjutan, hasilnya untuk generasi mendatang.
Permasalahan lingkungan dan polusi ini memang bagusnya dimulai dari diri sendiri ya, Mbak … dari yang kecil2 tetapi alangkah bagusnya jika bisa diterapkan secara holistik dalam suatu wilayah semisal kota, seperti yang ditulis di sini.
Aku baru tau kalo ada polusi tanah, selama ini aku kira buangan hasil tambang masuknya ke polusi udara kak, thanks fyi..dan tetap jaga kebersihan bumi dari polusi
masalah polusi adalah isu sejak lama yang belum tuntas juga
dan bahkan makin parah karena jumlah manusia semakin banyak di bumi ini
edukasi dan sosialisasi tentang pentingnya mencegah dan menanggulangi polusi perlu terus dilakukan pada generasi muda
semua bisa dimulai dari diri sendiri, keluarga dan tentu juga lingkungan sekitar
Terkeren ulasannya MasyaAlloh
Dampak perubahan iklim ini memang dirasakan semua tempat ya kak. Perlu ada perubahan nih biar selimut polusi gak makin menebal dengan segera mengatasinya
Ide-idenya bagus dan aplikatif. Bisa diekskusi dan didapatkan manfaatnya. Karena sebenarnya sebagian besar dari kerusakan lingkungan itu dari manusianya sendiri. Alam hanya merespon sesuai sinyal yang dikirim oleh manusia kepadanya
Sangat sepakat dengan ide umumnya tentang pentingnya menjaga lingkungan hijau untuk keseimbangan alam yang manfaat nantinya kita juga yang merasakan. Semoga generasi-generasi muda Indonesia tetap terjaga kesadarannya akan pentingnya keberadaan hutan dan segala isinya bagi kehidupan di dunia dan isinya.
mencegah dan menanggulangi polusi perlu terus dilakukan semua bisa dimulai dari diri
Rata-rata kota di Indonesia kurang RTH ya rasanya…
selain bermanfaat buat konservasi hutan kota, juga bagus buat sarana aktivitas outdoor warganya
Salah satu yang mungkin bisa kita lakukan selain kontribusi langsung adalah rutin berdonasi ke organisasi lingkungan hidup yang terpercaya. Ada organisasi yang direkomendasikan gak mbak?
Semarang tuh dah kaya model Jakarta gak sih.. macettt! hihi pr nya emang masih kurangnya RTH yaa di setiap kota, padahal itu sangat bermanfaat sekali. Thanks yaa ka sudah sharing
menurutku kita perlu action untuk hal hal gini. Ya walaupun mungkin bukan hal besar, tapi kalo dilakukan hampir tiap orang sadar dan melakukan perbaikan misalnya menanam tanaman di pot, hemat energi dll pasti akan jadi perubahan besar.
Padahal sayang banget ya, Semarang ini menurutku termasuk salah satu kota yang cantik, tapi emang panas.. Semoga kita semua bisa berkomitmen untuk menanggulangi masalah ini bersama-sama. Makasih sharignya ya…
Kalau melihat kota yang banyak sekali permasalahannya begini.. Rasanya dengan memindahkan ibukota itu juga bukan satu-satunya jalan keluar yaa..
Semoga kita semua bisa sadar mengenai pentingnya berubah, pentingnya menjaga lingkungan dan tidak abai dengan hal-hal di sekitar kita seperti menggunakan tas belanja sendiri, hemat listrik, dan kurangi penggunaan kendaraan pribadi.
Rasanya banyak yang bisa kita lakukan dan semoga mengubah hal buruk menjadi keberkahan untuk bumi jangka panjang.
Wuih dari judulnya aja dahbkeren banget, isi artikelnya juga bagus kak.
Menjaga lingkungan ini bukan hanya tugas pemerintah saja tetapi tugas kita bersama, Terima kasih kak, tulisannya keren biar semakin banyak orang yg peduli terhadap lingkungan.
Ada banyak polusi di sekitar kita, yang sebagiannya berasal dari manusia sendiri. Sedih, sih. Padahal kita bisa menguranginya melalui kehidupan sehari-hari.
Makasih tulisannya Kak Ros. Sangat mencerahkan