Konsep Jalan Jalan Unik Ala “Semarang Walking Tour”

Semarang Walking Tour merupakan sebuah perjalanan wisata dengan konsep yang sangat unik. Kita bisa berjalan-jalan dengan bahagia, menyusuri seluk beluk Kota Semarang sembari menambah pengetahuan sejarah. Di setiap bulannya, akan ada spot-spot baru juga yang dirilis. Seperti bulan Februari ini saja, ada sekitar 10 spot berbeda yang ditawarkan. Langsung kepoin disini.

Nah, di tanggal 13 Februari kemarin, saya mendaftar di rute Kauman. Pada pagi harinya, ternyata hujan mengguyur area Tembalang (kos saya) dan sekitarnya. Sempat ragu, “Apakah tetap berangkat?” karena kalau hujan seperti menantang sakit (eh). Pukul 07.00 hujan masih lebat, sehingga saya ingin mengurungkan niat, tetapi 15 menit kemudian, semesta memberikan saya kesempatan untuk bisa jalan-jalan, healing bareng Semarang Walking Tour rute Kauman.

Sebelumnya titik lokasi awal adalah di Hotel Dibya Putri (pukul 08.00), hotel ini merupakan hotel tua yang menyimpan catatan sejarah di Semarang. Saya sering lewat padahal, tetapi tidak tahu hotel tersebut. Oh iya, berikut spot-spot yang kami lewati di Rute Kauman ini:

  • Hotel Dibya Putri
  • Lumpia Mbak Lien
  • Kampung Kauman
  • Masjid Assajidin, Kauman Kabupaten
  • Masjid Agung Semarang, Kauman
  • Aloon-Aloon Semarang
  • Pasar Johar
  • Pabrik Hygiea
  • Plasa Semarang

Dalam satu rombongan tur biasanya ada sekitar 4-15 orang dengan seorang story teller (pramuwisata). Bertemu dengan beberapa teman dari berbagai daerah, ada juga yang kemudian menemukan jodohnya disini (itu kata admin bersukaria tournya). Oh iya, kemarin juga sempat bertemu dengan rombongan lainnya dengan rute yang sama.

Berjalan dari Hotel Dibya Putri, kami menuju spot berikutnya yaitu Lumpia Mbak Lien, siapa yang sudah tahu? Lumpia yang merupakan salah satu oleh-oleh khas Kota Semarang. Sayangnya, entah mengapa saya kurang begitu suka dengan bau rebungnya.

Selanjutnya kami menyusuri setiap lengkong (gang) di Kampung Kauman, melihat banyaknya peninggalan yang masih ada. Masih banyaknya pondok/pesantren, bangunan rumah tempo dulu (terdiri dari 3 pintu dengan ornamen yang khas) dan lainnya). Saya juga baru pertama kalinya mengunjungi Masjid Agung Semarang dan Masjid Assajidin. Masya Allah, bagus sekali. Ada sejarah panjangnya juga disini, kalau pengen tahu daftar dan ikutan Rute Kauman yaa…

Kampung Kauman
Foto oleh Vein

Selama di Kota Semarang, saya belum pernah mengenal lebih dekat dengan Kampung Kauman, hanya kadang lewat saja kalau dari Pasar Johar. Ternyata, banyak sekali tempat bersejarah yang ada disana. Apalagi pas saya tahu, ternyata di dekat Kauman merupakan alun-alun Semarang yang dulunya merupakan pusat Semarang. Bagaimana sejarah Pasar Johar dan perkembangannya juga di ceritakan kepada kami. Seru sekali, melihat aktifitas jual beli di Pasar Johar, nostalgia pas pertama masuk kuliah (belanjanya di Johar).

Spot berikutnya adalah Pabrik Hygiea yang merupakan pabrik minuman mineral kemasan pertama yang ada di Indonesia sejak 1901. Untuk bisa melihat ini, kami menyusuri pasar ikan yang tidak jauh dari Pasar Johar. Sudah berjalan sekitar 2 km dan akhinya sampai di lokasi terakhir yaitu Plasa Semarang. Lumayan sepi disini, tapi buat bocoran, Plasa Semarang ini cocok bila teman-teman mencari barang pecah belah (bisa per buah atau grosiran).

Baca Juga:
Spot Baru di Stasiun Purwokerto
Serunya Jalan Jalan ke Lawang Sewu di Akhir Pekan
Self Healing Sederhana di Grand Maerakaca

Perjalanan yang seru dan tidak terasa lelahnya (karena cuacanya mendung di pagi hari dan tidak terlalu panas di siang harinya, sangat beruntung). Berjalan layaknya turis di Semarang karena dipandu oleh story teller (local guide). Semarang Walking Tour punya manfaat 4 in 1 yaitu sarana olah raga, menambah teman, healing dan menambah pengetahuan sejarah/mengenal Kota Semarang lebih dekat.

Semarang Walking Tour
Foto oleh Vein

Oh iya, berapa biaya pendaftarannya? bagaimana caranya mendaftar?

Jadi pertama kita melakukan pendaftaran/registrasi sebesar Rp 10.000 per orang nya setelah mengisi form secara online (klik disini). Selanjutnya apakah dikenakan biaya lagi? Tidak. Hanya saja nanti setelah selesai sesi jalan-jalan nya, kita diberikan kantong doraemon (mengisi seikhlasnya untuk pramuwisata yang bertugas waktu itu. Eits, tapi tidak hanya tunai, teman-teman juga bisa cashless (non tunai).

Setelah mengisi form pendaftaran dan melakukan pembayaran, kita akan dihubungi H-1 (by whatsapp) oleh story tellernya, jadi tinggal datang saja ke titik awal pertemuannya.

Lengkong Kauman
Foto oleh Vein

Masih banyak sekali tempat yang belum saya kunjungi di Kota Semarang ini. Akhirnya ada juga yang kepikiran buat tour ini, jadi makin semangat buat kenal lebih dekat dengan Kota Semarang. Kapan-kapan kalau ke Kota Semarang cobain ikut ini ya.

Tunggu cerita saya selanjutnya di bersukaria ini, saya juga penasaran juga sama rute-rute lainnya dan sembari berdoa tidak hujan di hari H nya,

Salam.

10 pemikiran pada “Konsep Jalan Jalan Unik Ala “Semarang Walking Tour””

  1. Wah kemarin aku habis dari semarang loh ka anter anakku yg balik kuliah .nanti pas aku k semarang lagi mau ah ikutan jalan2nyaa biar tambah tau tentang seluk beluk kota Semarang, seneng bisa tau tempat2 disana soalnyaa

    Balas
  2. Kalo hujan berteduh aja dulu kak di warmindo hehehe
    Aku ke Semarang cuma pernah numpang transit aja nih di stasiun dari jepara. Ternyata banyak wisata nya ya

    Balas
  3. Ser banget yaa..
    Jelajah Semarang dan menikmati lengkap dengan sejarah yang ada. Semarang Walking Tour ini sangat menyenangkan.
    **aku juga gak suka bau rebung, kak.. Makanya amazing karena lumpia Semarang enaak banget meski adda rebung sebagai isiannya.

    Balas

Tinggalkan komentar